IKMI KOREA

hidup mulia mati syuhada


Dalam artikel sebelumnya Sudahkan Kita mengetahui tujuan kita hidup ?  dijelaskan bahwa kita wajib menjauhi Syirik. Untuk lebih jelasnya pengertian tentang Syirik, berikut akan dijelaskan pengertian Syirik yg sebenarnya.

Dalam Tashil al-Aqidah al-Islamiyah didefinisikan: Syirik adalah menjadikan suatu tandingan bagi Allah Ta’ala dan menyamakanNya dengannya, dalam Rububiyah, Uluhiyah, Asma` dan ShifatNya.

Syirik pertama kali muncul pada umat Nabi Nuh ‘Alaihissalam. Jika kita perhatikan riwayat-riwayat yang ada tentang awal mula munculnya perbuatan syirik kepada Allah pada umat Nabi Nuh ‘Alaihissalam tersebut, kita dengan begitu mudah dapat menyimpulkan bahwa penyebab utama dan pertama adalah kultus individual (ghuluw) terhadap orang-orang shalih.

Kita tahu, bahwa pada mulanya umat manusia adalah umat yang satu di dalam tauhid, artinya tidak ada syirik kepada Allah Ta’ala, dan itu berlangsung selama sepuluh abad antara Nabi Adam ‘Alaihissalam dengan Nabi Nuh ‘Alaihissalam, sebagaimana riwayat yang shahih dari Ibnu Abbas. Dan setelah sepuluh abad tersebut berlalu, muncullah orang-orang shalih yang nama-nama mereka disebutkan Allah dalam al-Qur`an surat Nuh. Mereka ialah, Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Mereka ini adalah orang-orang shalih yang bertauhid, ahli ibadah dan juga berdakwah menyeru kaum mereka kepada Allah. Mereka amat dicintai oleh kaum mereka, dan lebih dari itu, mereka adalah tauladan yang penuh pesona bagi mereka. Tapi justru malapetaka kemudian muncul dari arah ini; yaitu rasa ketergantungan mereka kepada orang-orang shalih tersebut mela-hirkan sikap pengkultusan dan ghuluw pada diri mereka.

Ini kemudian dijadikan kesempatan oleh setan untuk menjerumuskan mereka dan generasi sesudah mereka. Mulanya setan membisikkan kepada mereka agar membuat patung yang serupa dengan orang-orang shalih itu tadi, dan meletakkan patung-patung tersebut pada tempat-tempat ibadah mereka, sehingga apabila mereka melihat patung-patung tersebut, mereka akan teringat dan mengenang kehebatan ibadah mereka; dan dengan demikian semangat mereka untuk beribadah pun bertambah seperti mereka.

Mereka pun kemudian mengikuti bisikan setan tersebut, dan mulanya mereka hanya menjadikan patung orang-orang shalih tersebut hanya sebagai lambang atau prasasti yang berfungsi mengingatkan mereka untuk tekun beribadah dan beramal shalih. Dan memang, mereka pun merasakan diri mereka semakin bersema-ngat dalam beramal shalih dan rajin mendatangi tempat-tempat ibadah mereka. Padahal itu semua hanya tipu daya setan, karena itu hanya akan menjerumuskan mereka kepada perbuatan syirik.

Kisah awal mula munculnya syirik ini disebutkan dalam Shahih al-Bukhari, no. 4920.

"Berhala-berhala yang dulu (disembah) pada kaum Nuh menjadi (di-sembah) oleh orang-orang Arab (jahiliyah) setelah itu.Berhala Wad menjadi milik kabilah Kalb di Daumah al-Jandal, berhala Suwa' milik kabilah Hudzail, Yaghuts adalah milik kabilah Murad kemudian menjadi milik Bani Ghuthaif di al-Jauf di negeri Saba`, berhala Ya'uq milik kabilah Hamdan, dan berhala Nasr milik kabilah Himyar untuk keluarga Dzu al-Kala'. (Mereka sebenarnya) adalah nama-nama laki-laki yang shalih dari kaum Nuh. Ketika mereka meninggal, maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk mendirikan patung (arca) di tempat duduk mereka yang biasa mereka duduki. Lalu me-reka menamakan patung tersebut dengan nama mereka. Mereka pun melakukannya dan tidak disembah, hingga ketika kaum tersebut telah wafat, dan ilmu telah lenyap, maka berhala-berhala itupun disembah."

Sampai di sini, tentu timbul pertanyaan, Kenapa setan baru bisa menyesatkan dan menjerumuskan sebagian manusia ke dalam perbuatan syirik pada zaman Nabi Nuh ‘Alaihissalam? Adalah karena setan telah memiliki perjanjian dengan Allah, di mana iblis, tokoh mereka yang utama, berkata sebagaimana yang diabadikan Allah Ta’ala,

"Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis (ikhlas dalam bertauhid) di antara mereka." (Shad: 82-83).

Sepuluh abad antara Nabi Adam sampai Nabi Nuh, umat manusia semuanya adalah orang-orang yang murni dan ikhlas bertauhid kepada Allah; tidak ada tempat bagi syirik di hati dan ibadah mereka, sampai kemudian muncullah orang-orang yang setengah-setengah dalam ilmu tauhid, sehingga tidak jelas dalam hati mereka yang haq dengan yang batil. Ilmu mereka yang tidak jelas itu-lah yang mengantarkan mereka terlalu bergantung kepada orang-orang shalih; dan inilah yang menyebabkan mereka mengikuti bisik-an setan untuk mengkultuskan orang-orang shalih tersebut.

Mudah-mudahan dengan ini, kita mendapat gambaran bahwa dunia Islam memang telah dikotori oleh syirik. Dan ini adalah masalah yang sesungguhnya paling besar dari sekian banyak problem dunia Islam. Para da'i, ustadz, kyai, dosen, pengajar, dan semua kaum Muslimin yang peduli kepada Agama Allah agar menyatu-kan visi dan misi, bahwa tugas utama mereka adalah memerangi syirik dan menegakkan tauhid. Kaum Muslimin harus bersatu dan mengumumkan secara terang-terangan, bahwa syirik harus dibasmi dari muka bumi ini; dan itulah tugas para rasul yang diutus Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam begitu jelas mengharamkan segala hal yang da-pat mengantarkan kepada pengagungan kuburan.

Pertama, kedua, dan ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menga-puri, menduduki dan membangun kuburan.
Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kubur dikapuri, diduduki atasnya, dan dibuatkan bangunan di atasnya." (Diriwayatkan oleh Muslim no. 970).

Keempat, dan kelima, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menulisi kuburan dan menginjak kuburan.
Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu,, beliau berkata,

"Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kuburan dikapuri, ditulisi, dibangun di atasnya dan diinjak-injak." (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 1052 dan beliau berkata, "Hadits hasan shahih", Abu Dawud, no. 3225; an-Nasa`i, no. 2028 dan 2029. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud).

Keenam, menjadikan kuburan sebagai masjid, tempat beribadah, berdoa dan sebagainya.
Dari Aisyah dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhum,, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Laknat Allah atas kaum Yahudi dan Nasrani, karena mereka telah menjadikan kubur-kubur para Nabi mereka sebagai tempat-tempat beribadah." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melarang kaum Muslimin Shalat menghadap kuburan.

"Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan pula kalian shalat menghadapnya." (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 16764; Muslim, no.973; dan lainnya).

Kedelapan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menghan-curkan dan meratakan semua kuburan yang menonjol dan tampak jelas lebih tinggi (dimuliakan), sebagaimana dihancurkannya patung dan berhala.
Dari Abu al-Hayyaj al-Asadi, dia berkata,

"Ali bin Abu Thalib pernah berkata kepadaku, 'Ketahuilah, aku me-ngutusmu berdasarkan sesuatu yang mana Rasulullah a mengu-tusku, yaitu hendaklah kamu tidak meninggalkan satu patung pun, kecuali engkau binasakan, dan tidak pula (engkau jumpai) kuburan yang ditinggikan (sehingga tampak mencolok) kecuali engkau meratakannya (dengan tanah)." (Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 685; Muslim, no. 969, dan lainnya).

Tidak cukup jelaskah semua ini, sehingga banyak orang yang mengagungkan dan menyembah-nyembah kuburan? Bila belum jelas, mari kita simak perkataan para ulama berikut yang menjelaskan kepada kita semua.

Imam an-Nawawi menukil perkataan Imam besar asy-Syafi'i.

Kata Imam asy-Syafi'i, "Adalah dibenci (bila) kuburan dikapuri, dituliskan nama orang yang dikuburkan di atasnya dan lainnya, dan dibangun bangunan di atasnya." (Lihat al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab 4/266).

Al-Allamah Ibnu Hajar al-Haitami, seorang ulama bermadzhab Syafi'i yang terkenal, berkata dalam kitab az-Zawajir Fi Iqtirab al-Kaba`ir, "Dosa besar ke 93, 94, 95, 96, 97, dan 98:

"Menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid (tempat ibadah)", "Menyalakan lampu di atasnya", "Menjadikannya sebagai berhala-berhala", "Thawaf me-ngelilinginya", "Mengusapnya", dan "Shalat menghadapnya…" Kata beliau, "Yang enam ini dikategorikan sebagai dosa-dosa besar di kalangan madzhab asy-Syafi'i".

Kemudian beliau berkata,

"Begitu pula, shalat di atas kuburan dan mengagungkannya, dan ini adalah dosa besar, tampak jelas dari hadits-hadits yang telah disebutkan."

As-Suyuthi dalam hasyiyahnya terhadap Sunan an-Nasa`i menukil perkataan al-Baidhawi yang mengatakan,

"Manakala kaum Yahudi dan Nasrani melakukan sujud terhadap kuburan-kuburan para nabi mereka, kemudian menghadap kepadanya dengan peng-agungan karena kedudukan mereka dulu, kemudian menjadikannya sebagai kiblat ketika shalat, berdoa dan sejenisnya serta menjadikannya sebagai berhala-berhala; Allah melaknat mereka, dan kemudian melarang kaum Muslimin melakukan hal-hal seperti itu.

Dan asal mula perbuatan syirik itu terjadi karena diagungkannya kuburan dan menghadap kepadanya (dalam beribadah)."

Semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan syirik yang dapat menghancurkan akidah dan ibadah kita.

Baca Selengkapnya...

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Wahai Saudaraku semua sudahkah kita mengetahui tujuan Allah menciptakan manusia ?

Apakah kita dibiarkan saja melakukan apa yg kita mau ?

Pertanyaan itu adalah hal yang sangat penting karena kita mengetahui kita hidup ini bukan untuk selamanya. Kita hidup di dunia hanya sementara dan Allah akan meminta pertanggung jawaban kita di akhirat nanti.

berikut dalil-dalil tentang tujuan Allah menjiptakan Jin dan Manusia :

Aku menciptakan jin dan manusia, tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariat: 56).

Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta'ala dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan inilah hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya dengan penuh rasa rendah diri dan cinta.

Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal diterima oleh Allah sebagai suatu ibadah apabila diniati ikhlas, semata-mata karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut. (An-Nahl: 36)


Thaghut yaitu setiap yang diagungkan -selain Allah- dengan disembah, ditaati, atau dipatuhi, baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia, ataupun syetan. Menjauhi thaghut yaitu mengingkari, membencinya, tidak mau menyembah dan memujanya dalam bentuk dan dengan cara apapun.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu kepada mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka keduanya telah mendidikku waktu kecil. (Al-Isra': 23-24)

Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah (saja) dan janganlah berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya. (An-Nisaa': 36)

Syirik yaitu memperlakukan sesuatu -selain Allah- sama dengan Allah dalam hal yang merupakan hak khusus bagi-Nya.

Renungkanlah dalil-dalil di atas sudahkan kita berbadah dan menjauhi syirik, semoga Allah memudahkan kita memahami Agama dengan ini dg benar sesuai Al Qur'an dan Assunnah dengan pemahaman yg benar, amiin.

Baca Selengkapnya...



SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1429 H,

Baca Selengkapnya...

.>>menyadur dari majalah islam ar-risalah.
.>>ada sebuah kisah.......................................
.>>diriwayatkan dari Anas bin Malik ra,ia berkata."kami berada di sisi Rosululloh SAW,tiba-tiba Rosululloh SAW tertawa dan lalu bertanya,"Tahukah kalian mengapa aku tertawa?"dan kamipun menjawab,"Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui."Rosululloh SAW menjawab,"Karena perbincangan seorang hamba dengan Rabb-nya;
.>>Hamba itu bertanya,"Wahai Robbi,bukankah engkau telah selamatkan aku dari kedzaliman?"
.>>Allah SWT menjawab,"Ya,benar!"
.>>Lalu hamba itupun berkata,"Sesungguhnya aku hanya mampu menjadi saksi atas diriku sendiri."
.>>Allah SWT berfirman,"Cukuplah dirimu menjadi saksi pada hari ini dan para penulis yang mulia(para malaikat)menjadi saksi kalian."
.>>Kemudian mulut sang hamba tersebut dikunci,sehingga dikatakan kepada seluruh anggota tubuh:"Bicaralah!"
.>>Maka setiap anggota tubuh bercerita tentang apa yang telah diperbuat oleh sang hamba tersebut..>>Lalu sang mulut berkata,"Menjauhlah kalian!sungguh celaka kalian!,semoga kalian dijauhkan dari rahmat Allah SWT,padahal dahulu aku selalu membela kalian."(HR.Muslim)

.>>Demikian isi sadurannya,mari kita jadikan sarana untuk diri kita dalam merevisi diri untuk menjadi yang lebih baik dari saat ini.>>mungkin saja hari ini kita bisa berkilah ataupun bersilat lidah di hadapan manusia.>>tapi ada saatnya kelak lisan kita tak mampu berkutik untuk membela diri.>>maka kita jangan terlena dan merasa aman ketika berbuat dosa,meskipun manusia tidak melihatnya

Baca Selengkapnya...

.>>kepada semua sahabat IKMI dimanapun berada.
.>>setelah sekian lama kita menunggu,kerinduan untuk bertemu muka dan berramah tamah dengan wakil rakyat Indonesia di Korea,dalam hal ini KBRI Seoul,karena jadwal kegiatan KBRI yang begitu padat.>>kini kerinduan tersebut terjawab sudah,terbukti akan diadakanya jumpa masyarakat Indonesia di Korea dengan wakil dari kedutaan RI di korea.>>adapun acara jumpa masyarakat tersebut dimotori atas kerjasama antara komunitas masyarakat Indonesia di Pyongteak dan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia(IKMI)Seoul
.>>maka dari itu,mari jangan kita sia-siakan kesempatan yang baik tersebut untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh komunitas masysarakat Indonesia di Pyangteak bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia(IKMI)Seoul tersebut,besok:

hari : minggu,22 juni 2008
jam : 10:30 WKS
tempat : Warung Indonesia (WI)Pancasila
Pyongteak si,Thongbok dong 111-11
acara :=> jumpa dan ramah tamah dengan
wakil duta besar indonesia untuk korea
=> sosialisasi pemilu 2009
=> tanda tangan dan sidik jari passport/SPLP

.>>adapun bagi yang tidak bisa hadir pada acara tersebut,karena sesuatu hal yang tidak mungkin untuk dapat menghadiri acara tersebut,mohon menunggu informasi selanjutnya.
.>>dan bagi yang SPLP/PASSPORTnya sudah habis masa berlakunya dan akan memperpanjang masa berlaku SPLP/PASSPORT bisa langsung datang ke acara tersebut,insya Allah akan di layani
.>>untuk yang kurang jelas mengenai informasi ini mohon tulis di kolom comentar,insya allah akan segera ditanggapi.

untuk informasi tempat silakan hubungi
P. Into Pyongtaek di 010-7215 6653

Mustofa IKMI di 010 6871 8488
Iwan IKMI di 010 5826 0069
Aziz IKMI di 010 5828 0475



Baca Selengkapnya...

Satu persatu para Ust pengajar di IKMI telah menyeleseikan kuliahnya, dari Ust. Haznan yang selama ini telah meluangkan waktunya untuk membina Organisasi IKMI dan juga sekaligus memberikan ceramah rutin setiap 2 kali dalam satu bulan.>> juga Ust. Hamzah yang juga senantiasa meluangkan waktunya untuk memberikan tausiah-tausiah kepada para jama'ah IKMI.>> dan yang terakhir guru komputer IKMI, mas Ahmad Aminullah atau yang biasa di sapa Abu Farhan pada hari ini insyaAlloh akan hijrah ke China untuk meneruskan studinya.>>Kami keluarga besar IKMI mengucapkan terimakasih banyak atas jasa Beliau-beliau yang begitu besar bagi Kami.>>semoga Alloh subhanahu wata'ala memberikan balasan yang besar dan mulia, sebesar dan semulia jasa Beliau bertiga.

Baca Selengkapnya...

Kepada seluruh warga muslim Indonesia yang ada di korea.>>kami informasikan bahwa pada hari Rabu tanggal 7 sampai 8 Feb 2008 nanti, yang bertempat di Musholla Al-Falah, Guro (IKMI) Kami akan mengadakan Pesantren kilat dalam rangka untuk lebih memperdalam pengetahuan Agama serta meningkatkan Iman & Taqwa kita di sela-sela liburan musim dingin pada thn ini.>>kehadiran Ikhwah dan Akhwat akan sangat kami nantikan untuk bersama-sama mengikuti kajian Ilmu tsb yang insyaAlloh akan di sampaikan oleh Ust-Ust yang berilmu dan berwawasan luas di bidang keislaman

Baca Selengkapnya...

Subscribe to: Posts (Atom)